Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemprov Jambi Perkuat Pencegahan Radikalisme, Terorisme, TCC dan Bullying di Lingkungan Pendidikan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:30 WIB Last Updated 2026-08-16T17:35:41Z
Pemprov Jambi Perkuat Pencegahan Radikalisme, Terorisme, TCC dan Bullying di Lingkungan Pendidikan

SUNGAI PENUH
– Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat upaya pencegahan paham radikal, terorisme, True Crime Community (TCC), serta perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Akbar Perdana yang digelar di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani itu diikuti sekitar 3.000 peserta.

Peserta terdiri dari kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling (BK), komite sekolah, serta perwakilan siswa SMA, SMK, MA, SMP, dan MTs negeri maupun swasta dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Mengusung tema “Generasi Muda Jambi, Merajut Keberagaman, Merawat Persatuan, Utamakan Pendidikan, NKRI Harga Mati”, kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif Pemprov Jambi bersama Densus 88 Antiteror Polri dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya radikalisme dan berbagai ancaman sosial di era digital.

Dalam sambutannya, Abdullah Sani menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas sosial merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa generasi muda yang memiliki karakter kuat serta mampu menjaga diri dari pengaruh paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Situasi keamanan yang kondusif merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah dan nasional. Tanpa stabilitas sosial pada generasi muda, mustahil kita dapat fokus membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Abdullah Sani juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Satgas Densus 88 Antiteror Wilayah Jambi, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sinergi berbagai pihak sangat diperlukan sebagai langkah pencegahan agar paham radikal dan terorisme tidak berkembang di kalangan generasi muda.
Ancaman di Ruang Digital

Wakil Gubernur Jambi turut mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda.

Ia menyebut, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital RI, pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 221 juta orang atau 79,5 persen dari total penduduk.

“Ruang digital bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda radikal, kekerasan, hingga konten yang mengarah pada glorifikasi kejahatan melalui komunitas seperti True Crime Community jika tidak disikapi dengan bijak,” katanya.

Selain radikalisme dan terorisme, Abdullah Sani juga menyoroti persoalan perundungan yang masih terjadi di lingkungan pendidikan.

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sepanjang 2025 tercatat 641 kasus bullying, dengan 57 persen di antaranya terjadi di lingkungan sekolah. Sementara di Provinsi Jambi, angka kasus perundungan tercatat sebesar 0,49 persen.

Karena itu, ia mengajak seluruh satuan pendidikan untuk menjadi garda terdepan setelah keluarga dalam mencegah penyebaran paham radikal, terorisme, TCC, maupun perundungan.

“Saya berharap seluruh institusi pendidikan, khususnya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, semakin memperkuat komitmen menjadi benteng pertama dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman tersebut,” tegasnya.
Sekolah Diminta Perkuat Pendidikan Karakter

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti sosialisasi dengan serius sehingga dapat memahami materi yang disampaikan oleh Satgas Densus 88 Antiteror Wilayah Jambi dan menerapkannya di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menyatakan komitmennya mendukung berbagai program pendidikan karakter yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan terbebas dari radikalisme maupun perundungan.

“Saya mendukung penuh kegiatan ini agar anak muda di Kota Sungai Penuh semakin memahami bahaya terorisme dan radikalisme,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Kerinci Murison mengajak seluruh peserta mengikuti rangkaian sosialisasi hingga selesai. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Kerinci tetap aman, damai, dan terbebas dari pengaruh radikalisme serta terorisme.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta mampu melindungi generasi muda dari berbagai ancaman di dunia nyata maupun ruang digital.(*)
×
Berita Terbaru Update