![]() |
| Pemkot Jambi Salurkan Rp162 Juta untuk Korban Kebakaran, Wujud Nyata Kepedulian di Tengah Musibah |
JAMBI - Pemerintah Kota Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu warga yang tertimpa musibah. Sebanyak 10 korban kebakaran menerima bantuan sosial yang diserahkan langsung pada Senin (20/04/2026) di ruang kerja Wali Kota Jambi.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Wali Kota Jambi Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha serta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly. Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif ini mencerminkan sinergi kuat dalam penanganan bencana di daerah.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp162 juta. Besaran yang diterima masing-masing korban disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan, berdasarkan hasil verifikasi lapangan oleh tim Pemkot Jambi.
Dalam kesempatan itu, Maulana menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
“Pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan lanjutan dari bantuan tanggap darurat yang sebelumnya telah disalurkan melalui dinas terkait dan lembaga sosial.
“Dana ini dapat digunakan untuk membeli material bangunan. Memang tidak sebanding dengan kerugian, namun diharapkan bisa membantu meringankan beban,” tambahnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang rawan memicu insiden serupa.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried mengapresiasi langkah cepat Pemkot dalam membantu warga terdampak bencana.
“Ini bukti pemerintah hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Ke depan, kami berharap anggaran bantuan dapat terus ditingkatkan agar mampu mengakomodasi setiap kejadian bencana,” katanya.
Pemberian bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam mewujudkan program prioritas “Kota Tangguh”, yang bertujuan memperkuat ketahanan daerah terhadap berbagai potensi bencana.(*)
