Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gotong Royong di Danau Sipin, Menteri LH hingga Maulana Kompak Dorong Gerakan Indonesia ASRI

Sabtu, 11 April 2026 | 19:30 WIB Last Updated 2026-04-12T19:13:46Z
Gotong Royong di Danau Sipin, Menteri LH hingga Maulana Kompak Dorong Gerakan Indonesia ASRI

JAMBI
– Kawasan Danau Sipin menjadi saksi sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Jambi dalam menjaga kelestarian serta kebersihan lingkungan.

Hal ini terlihat dari kegiatan gotong royong bersama yang digelar di sepanjang kawasan wisata tersebut pada Sabtu sore (11/4/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.

Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai upaya meningkatkan kesadaran nasional terhadap pengelolaan sampah.

Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak boleh sekadar bersifat seremonial, melainkan harus dilakukan secara rutin.

“Gerakan Indonesia Asri ini tidak boleh dimaknai sekadar simbolis. Kami mendorong minimal dilakukan satu kali dalam seminggu di setiap daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan sampah nasional yang masih menjadi tantangan serius. Dari total sekitar 141 ribu ton sampah per hari di Indonesia, pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu ton dapat dikelola melalui program Waste to Energy (WTE) sesuai Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Untuk Provinsi Jambi, Menteri LH mengapresiasi enam kabupaten/kota yang telah menghentikan praktik open dumping, serta mendorong daerah lain segera beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung kebijakan nasional tersebut, termasuk pengembangan pengolahan sampah menjadi energi.

“Kami akan fokus pada titik-titik publik yang menjadi sumber sampah, melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sampah bukan lagi musuh, tetapi harus kita jadikan sahabat yang memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Maulana memaparkan strategi Pemkot Jambi melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) dari hulu. Program ini mengoptimalkan pengangkutan sampah langsung dari rumah warga menggunakan gerobak motor, yang melayani sekitar 300 kepala keluarga per unit, sebelum dipilah di depo dan residunya dibawa ke TPA Talang Gulo.

“Kami menargetkan 250 ribu rumah tangga terlibat dalam program OPBM. Ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh masyarakat. Nantinya juga akan ditegakkan regulasi untuk menghilangkan TPS liar,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai inovasi pengolahan sampah terus dikembangkan, mulai dari bahan bakar alternatif (refuse derived fuel), maggot, pupuk cair, hingga rencana pembangunan fasilitas Waste to Energy dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Jambi juga telah mencatat sejumlah wilayah yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara optimal, bahkan tanpa keberadaan TPS.

Program OPBM direncanakan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Jambi pada 2 Juni mendatang, sebagai langkah besar menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*)
×
Berita Terbaru Update